Dinamika Aqidah Islam: Dari Pondasi Iman Hingga Pemikiran Kontemporer

Abdul Ghofur, M.Ud.

Buku ini merupakan sebuah ikhtiar akademis dan spiritual komprehensif yang memotret kembali bangunan dasar keyakinan (akidah) seorang Muslim di tengah derasnya arus modernisasi dan globalisasi. Di era digital saat arus informasi semakin kabur dan berbagai pemikiran kontemporer menguji kemurnian iman, pembahasan akidah tidak lagi sekadar mengulang hafalan rukun teologis, melainkan menjadi kebutuhan mendesak untuk memperkokoh benteng diri umat Islam, khususnya generasi muda. Melalui pendekatan yang integratif, pembaca diajak menyelami peletakan batu pertama pemahaman akidah, di mana dalil-dalil naqli yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis dipadukan secara selaras dengan argumen aqli dari nalar akal yang sehat. Secara mendalam, buku ini membedah ruang lingkup akidah ke dalam empat dimensi teologis utama menurut sistematika ulama, meliputi pembahasan ilahiyat (ketuhanan), nubuwat (kenabian dan kitab suci), ruhaniyat (makhluk gaib dan metafisik), serta sam’iyat (perkara eskatologis pasca-kematian). Tidak berhenti pada tatanan teoretis yang abstrak, pembahasan berlanjut pada integrasi sinergis antara Iman, Islam, dan Ihsan dalam membentuk kesehatan jiwa dan kompas moral manusia. Sinergi ini bermuara pada manifestasi nyata berupa hidupnya akhlak mulia (akhlaqul karimah) dalam ranah horizontal, baik hubungan kepada Allah, diri sendiri, lingkungan keluarga, interaksi sosial kemasyarakatan, hingga tanggung jawab ekologis terhadap alam semesta. Selain mengokohkan fondasi dasar, buku ini juga memetakan dinamika sejarah pemikiran teologi Islam secara objektif dengan mengenalkan berbagai aliran (firqah) seperti Syiah, Khawarij, Mu’tazilah, Qadariah, Jabariyah, hingga Wahabi. Mazhab Asy’ariyah dan Maturidiyah diangkat sebagai representasi Ahlussunnah wal Jama’ah untuk melihat relevansi pemikirannya di era modern. Sebagai pelengkap khazanah keilmuan, dipaparkan pula sejarah perkembangan Mazahibul Arba’ah (empat madzhab fikih), dialektika tasawuf sebagai solusi krisis spiritual kontemporer, serta metodologi tafsir modern melalui analisis kitab Al-Tafsir Al-Munir karya Wahbah al-Zuhaili. Pada akhirnya, buku ini berhasil membuktikan bahwa akidah Islam adalah entitas yang dinamis dan rasional yang mampu melahirkan kedamaian jiwa sekaligus menjadi motor penggerak akhlak universal yang membawa rahmat bagi sekalian alam (rahmatan lil ‘alamin).

Informasi

Dinamika Aqidah Islam: Dari Pondasi Iman Hingga Pemikiran Kontemporer

Abdul Ghofur, M.Ud.

Sinopsis

Buku ini merupakan sebuah ikhtiar akademis dan spiritual komprehensif yang memotret kembali bangunan dasar keyakinan (akidah) seorang Muslim di tengah derasnya arus modernisasi dan globalisasi. Di era digital saat arus informasi semakin kabur dan berbagai pemikiran kontemporer menguji kemurnian iman, pembahasan akidah tidak lagi sekadar mengulang hafalan rukun teologis, melainkan menjadi kebutuhan mendesak untuk memperkokoh benteng diri umat Islam, khususnya generasi muda. Melalui pendekatan yang integratif, pembaca diajak menyelami peletakan batu pertama pemahaman akidah, di mana dalil-dalil naqli yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis dipadukan secara selaras dengan argumen aqli dari nalar akal yang sehat. Secara mendalam, buku ini membedah ruang lingkup akidah ke dalam empat dimensi teologis utama menurut sistematika ulama, meliputi pembahasan ilahiyat (ketuhanan), nubuwat (kenabian dan kitab suci), ruhaniyat (makhluk gaib dan metafisik), serta sam’iyat (perkara eskatologis pasca-kematian). Tidak berhenti pada tatanan teoretis yang abstrak, pembahasan berlanjut pada integrasi sinergis antara Iman, Islam, dan Ihsan dalam membentuk kesehatan jiwa dan kompas moral manusia. Sinergi ini bermuara pada manifestasi nyata berupa hidupnya akhlak mulia (akhlaqul karimah) dalam ranah horizontal, baik hubungan kepada Allah, diri sendiri, lingkungan keluarga, interaksi sosial kemasyarakatan, hingga tanggung jawab ekologis terhadap alam semesta. Selain mengokohkan fondasi dasar, buku ini juga memetakan dinamika sejarah pemikiran teologi Islam secara objektif dengan mengenalkan berbagai aliran (firqah) seperti Syiah, Khawarij, Mu’tazilah, Qadariah, Jabariyah, hingga Wahabi. Mazhab Asy’ariyah dan Maturidiyah diangkat sebagai representasi Ahlussunnah wal Jama’ah untuk melihat relevansi pemikirannya di era modern. Sebagai pelengkap khazanah keilmuan, dipaparkan pula sejarah perkembangan Mazahibul Arba’ah (empat madzhab fikih), dialektika tasawuf sebagai solusi krisis spiritual kontemporer, serta metodologi tafsir modern melalui analisis kitab Al-Tafsir Al-Munir karya Wahbah al-Zuhaili. Pada akhirnya, buku ini berhasil membuktikan bahwa akidah Islam adalah entitas yang dinamis dan rasional yang mampu melahirkan kedamaian jiwa sekaligus menjadi motor penggerak akhlak universal yang membawa rahmat bagi sekalian alam (rahmatan lil ‘alamin).

Informasi

Tanya CS?